PEMERINTAH KABUPATEN SOPPENG WUJUDKAN VISI KETAHANAN PANGAN: DANA RP67 MILYAR DENGAN PROGRAM LISTRIK MASUK SAWAH UNTUK SWA SEMBADA PANGAN

Uncategorized315 Dilihat

Soppeng, Wartasimpul.com – Pemerintah Kabupaten Soppeng tidak lagi sekadar mengemukakan visi, melainkan telah mematangkan langkah monumental untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah. Dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di ruang pimpinan Kantor Bupati, disepakati pelaksanaan optimalisasi lahan non rawa dengan dukungan dana pusat sebesar Rp67 miliar serta program listrik masuk sawah sebagai tulang punggung pembangunan sektor pertanian.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari kesepakatan strategis dengan Kementerian Pertanian. “Kami tidak mau sekadar wacana. Listrik masuk sawah adalah solusi nyata atas kekurangan air saat musim tanam. Tahun ini, kita wujudkan,” ujarnya dengan penuh keyakinan di hadapan peserta yang terdiri dari Tim LPPM Universitas Hasanuddin, PLN Cabang Soppeng, para kepala dinas terkait, serta koordinator penyuluh pertanian dari delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Soppeng.

Keunggulan langkah ini terletak pada sinkronisasi total antara program pusat dan daerah. Dana sebesar Rp67 miliar berasal dari alokasi anggaran Kementerian Pertanian untuk program Optimasi Lahan (OPLAH). Namun, Kabupaten Soppeng tidak hanya berperan sebagai pelaksana, melainkan memastikan bahwa intervensi pusat benar-benar menyentuh akar masalah yang dihadapi petani, yaitu keterbatasan akses energi dan air.

Ketua Tim Penyusun Sistem Informasi Daerah (SID) LPPM Unhas, Andang Suryana Soma, Ph.D., menjelaskan bahwa pendekatan teknis yang akan diterapkan kali ini berbeda dengan sebelumnya. “Tidak ada lagi tebang pilih. Lokasi dan kelompok penerima manfaat akan ditentukan berdasarkan data calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang dikumpulkan langsung oleh penyuluh lapangan. Ini jaminan ketepatan sasaran,” tegasnya.

Dukungan krusial juga datang dari PLN Cabang Soppeng. Manajer PLN, Ria Fitriani Rachman, menyatakan kesiapan penuh untuk membangun jaringan instalasi listrik guna mendukung program tersebut. “Listrik masuk sawah bukan sekadar penerangan. Ini adalah energi produktif yang akan menggerakkan pompanisasi, irigasi modern, dan menjamin tanam sepanjang tahun. Kami siap berkontribusi untuk swasembada pangan nasional,” ucapnya.

Para penyuluh pertanian yang hadir menyambut program ini dengan antusias. Seorang koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Lilirilau mengungkapkan, “Selama ini petani non rawa sering terbatas akses air. Dengan listrik masuk sawah, kami optimistis produksi padi bisa meningkatkan drastis.”

FGD yang diadakan ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan menjadi momen bersejarah di mana program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bertemu dengan visi pembangunan daerah, yang kemudian dikawal oleh riset akademisi dan infrastruktur kelistrikan. Semua pihak bergerak sesuai dengan peta jalan yang sama, dengan tujuan menjadikan Soppeng sebagai lumbung pangan baru yang tangguh, bahkan di tengah tantangan perubahan iklim.

Dengan persiapan SID yang matang, dana yang telah dianggarkan, serta komitmen penuh dari semua pihak terkait, langkah besar ini diyakini akan menjadi titik balik bagi perkembangan sektor pertanian di Soppeng. Bukan lagi cerita biasa, ini adalah gerakan kolektif menuju kemandirian pangan yang dimulai dari aliran listrik di sawah dan tekad yang tidak pernah padam.

Ks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *