TALK SHOW PENGEMBANGAN EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS UMKM DI GELAR DI PASAR RAMADHAN SUKSES 2026

Uncategorized343 Dilihat

Soppeng, Wartasimpul – Pasar Ramadhan SUKSES 2026 tidak hanya menjadi pusat kuliner dan hiburan bagi masyarakat Kabupaten Soppeng, tetapi juga berperan sebagai ruang strategis untuk pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini disampaikan dalam Talk Show Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis UMKM yang digelar malam hari di kawasan pasar tersebut.

Acara yang menghadirkan dua pembicara ahli ini diisi oleh Rahmatuloh Habibie, Branch Office Head Bank Rakyat Indonesia (BRI) Watansoppeng, serta Dr. Nurmal Idrus, MM, dosen Pascasarjana Universitas Lamappapoleonro Soppeng.

KUR BRI Capai 96 Persen Target, Suku Bunga 6 Persen per Tahun

Dalam paparannya, Rahmatuloh Habibie mengungkapkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh BRI di wilayah Soppeng telah mencapai 96 persen dari target tahun berjalan. Program ini menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung pertumbuhan UMKM lokal.

“KUR BRI memiliki suku bunga relatif rendah, sekitar 6 persen per tahun atau setara 0,5 persen per bulan,” ujarnya.

Namun demikian, ia menyoroti tantangan utama yang dihadapi sektor perbankan di daerah, yaitu keterbatasan likuiditas. Kondisi ini terjadi karena struktur dana masyarakat yang lebih besar pada sisi kredit dibandingkan penghimpunan simpanan di Soppeng.

“Secara sederhana, dana masyarakat Soppeng lebih banyak disalurkan keluar daerah melalui sistem perbankan. Artinya, uang orang Soppeng berpotensi lebih banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha di luar daerah dibandingkan UMKM lokal,” jelas Rahmatuloh.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih lembaga keuangan tempat menyimpan dana. Menurutnya, tabungan masyarakat dapat menjadi sumber pembiayaan penting bagi UMKM lokal jika dikelola melalui bank yang aktif menyalurkan kredit bagi sektor usaha kecil.

“Jika dana masyarakat tersimpan di lembaga keuangan yang menyalurkan kredit bagi UMKM, maka secara tidak langsung masyarakat ikut berkontribusi pada penguatan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Pasar Ramadhan Dorong Perputaran Uang Masyarakat

Sementara itu, Dr. Nurmal Idrus menilai Pasar Ramadhan SUKSES 2026 merupakan contoh konkret bagaimana sebuah event mampu menggerakkan perputaran uang masyarakat di daerah. Menurutnya, sebagian besar masyarakat belum menyadari bahwa kegiatan seperti ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku UMKM lokal.

“Event seperti ini mempertemukan langsung pedagang dan pembeli. Ini model pemasaran yang paling efektif bagi UMKM,” ujarnya.

Dosen tersebut juga menilai bahwa penyelenggaraan Pasar Ramadhan menunjukkan komitmen kuat Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil. Acara ini tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan penyelenggara, melainkan pemerintah daerah menyerahkan pelaksanaannya kepada PT Lamataesso Mattappa sebagai perusahaan daerah agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Event seperti ini mungkin tidak memberi keuntungan besar bagi penyelenggara, tetapi dampak ekonominya bagi UMKM sangat besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *