SOPPENG, Wartasimpul.com — Kantor Urusan Agama (KUA) Watansoppeng melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK Negeri 1 Watansoppeng, Kabupaten Soppeng, pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan program nasional Kementerian Agama RI yang dirancang khusus untuk membekali para pelajar dengan pemahaman penting tentang kehidupan remaja dan persiapan masa depan.
Apa Itu BRUS?
BRUS adalah program yang dicanangkan Kementerian Agama RI melalui Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 189 Tahun 2021, bertujuan membantu remaja usia sekolah mengembangkan potensi diri, menghadapi tantangan, dan membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan mereka, termasuk mempersiapkan diri untuk perkawinan. Program ini tidak sekadar berbicara tentang pencegahan pernikahan dini, tetapi juga membekali remaja dengan pemahaman tentang pengenalan diri, kesehatan mental, pergaulan sehat, hingga perencanaan masa depan.
Kegiatan di SMKN 1 Watansoppeng
Kepala KUA Watansoppeng, H. Muhammad Yunus, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan materi yang mencakup:
✅ Pemahaman tentang diri dan karakter — mengenali kelebihan dan kekurangan diri serta membangun kepercayaan diri
✅ Bahaya dan risiko pernikahan dini — memahami konsekuensi sosial, kesehatan, hukum, dan pendidikan dari pernikahan di usia muda
✅ Pergaulan sehat dan positif — memilih lingkungan pertemanan yang baik dan menghindari perilaku berisiko
✅ Penguatan akhlak dan nilai keagamaan — membangun kepribadian yang berkarakter mulia
✅ Perencanaan masa depan — memahami pentingnya menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-cita sebelum memikul tanggung jawab rumah tangga
Pesan untuk Generasi Muda
Kepala KUA Watansoppeng, H. Muhammad Yunus, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa masa remaja adalah masa untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan, bukan terburu-buru menuju pernikahan.
“Menikah itu bukan sekadar soal saling menyayangi, tetapi soal kesiapan mental, kesiapan ekonomi, dan kemampuan bertanggung jawab. Remaja yang menikah terlalu dini berisiko tinggi berhenti sekolah, sehingga cita-cita yang ingin diraih menjadi terhambat. Melalui BRUS, kami ingin membangun kesadaran bahwa masa depan perlu dipersiapkan dengan matang,” ujar H. Muhammad Yunus.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Kepala SMKN 1 Watansoppeng menyampaikan bahwa kerja sama dengan KUA sangat penting karena peran sekolah tidak cukup tanpa dukungan berbagai pihak dalam membimbing karakter dan kesadaran siswa.
Diharapkan, melalui kegiatan BRUS yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Watansoppeng tersebut, para siswa SMKN 1 Watansoppeng dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan, menjauhi pernikahan dini, serta lebih fokus mengembangkan potensi diri demi masa depan yang lebih cerah.
Ksm











