Satlantas Polres Soppeng Gelar Polsanak, Kenalkan Keselamatan Lalu Lintas Sejak Usia Dini

Uncategorized587 Dilihat

SOPPENG, Wartasimpul.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Soppeng menggelar kegiatan Polisi Sahabat Anak (Polsanak) bersama anak-anak dari TK Alternatif Asoka, Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng tersebut menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan profesi kepolisian sekaligus menanamkan pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Kegiatan dikemas dengan konsep “Bermain, Bernyanyi, Berlatih dan Bergembira”, sehingga materi keselamatan lalu lintas disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak-anak.

Rombongan TK Alternatif Asoka disambut langsung oleh Kasat Lantas Polres Soppeng, IPTU Asdar, S.Sos., bersama sejumlah personel Satlantas. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal peran polisi lalu lintas, berbagai perlengkapan kepolisian, rambu-rambu lalu lintas, hingga simulasi sederhana mengenai tata tertib dan sopan santun saat berada di jalan raya.

Selain menerima penyampaian materi, anak-anak juga mengikuti permainan mengenal rambu lalu lintas, bernyanyi, serta berbagai aktivitas latihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan perhatian, keberanian, dan wawasan mereka.

Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa edukasi lalu lintas kepada anak-anak merupakan bagian penting dari upaya membangun kebiasaan positif sejak dini.

“Anak-anak perlu diperkenalkan dengan keselamatan berlalu lintas melalui cara yang menyenangkan dan mudah mereka pahami. Melalui kegiatan Polsanak, kita tidak hanya mengenalkan sosok polisi, tetapi juga menanamkan kebiasaan untuk menghargai aturan, mengenal rambu lalu lintas, dan memahami pentingnya keselamatan ketika berada di jalan,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan kepada anak sejak usia dini diharapkan dapat membentuk kesadaran yang terus berkembang seiring pertumbuhan mereka.

“Kesadaran berlalu lintas tidak tumbuh secara instan. Karena itu, pembinaan perlu dilakukan secara bertahap dan dimulai dari lingkungan terdekat anak. Kami ingin kehadiran polisi dapat dikenal anak sebagai sosok yang dekat, ramah, dan hadir untuk memberikan perlindungan serta edukasi,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme dari para peserta, serta ditutup setelah seluruh rangkaian sesi edukasi dan permainan selesai dilaksanakan dengan tertib.

Ksm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *