Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng Diundang Khusus Mentan Andi Amran Sulaiman, Masuk 42 Daerah Sasaran Pengembangan Bioetanol Nasional

Uncategorized611 Dilihat

JAKARTA, Wartasimpul.com — Bupati Kabupaten Soppeng, H. Suwardi Haseng, menjadi salah satu dari 42 kepala daerah yang diundang khusus oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dalam Rapat Koordinasi Program Khusus Pengembangan Bioetanol yang digelar di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Rapat tersebut berlangsung di Jalan Pengadegan Selatan K10, Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dan difokuskan pada pembahasan percepatan pelaksanaan program bioetanol nasional yang menggunakan bahan baku utama berupa tebu, jagung, dan ubi kayu.

Kehadiran Bupati Suwardi Haseng bersama 41 bupati lainnya dalam forum strategis ini berkaitan langsung dengan kebutuhan pemerintah pusat untuk melakukan konsolidasi lahan sekaligus pengembangan komoditas bahan baku bioetanol di daerah-daerah yang memiliki potensi besar.

Dalam keterangannya di hadapan para peserta rapat dan konferensi pers yang berlangsung pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan lahan seluas sekitar 1 hingga 2 juta hektare untuk mendukung program produksi etanol nasional. Tiga komoditas strategis yang dijadikan sebagai bahan baku utama adalah tebu, singkong, dan jagung.

“Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektar dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya, kita gerakan masif seluruh Indonesia,” ujar Menteri Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Senin.

Secara rinci, pemerintah memperkirakan kebutuhan lahan khusus untuk pengembangan tebu saja dapat mencapai sekitar 1 juta hektare. Penanaman tahap awal akan dilaksanakan terlebih dahulu dan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh sebelum penetapan perluasan lahan yang dijadwalkan pada Januari tahun mendatang.

Pemerintah juga menegaskan akan menyiapkan dukungan penuh berupa penyediaan alat dan mesin pertanian guna memperkuat kapasitas produksi ketiga komoditas bahan baku etanol tersebut.

Dalam hal penyiapan lahan, pemerintah akan memprioritaskan kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman pangan dan pola agroforestri. Lahan yang telah dalam status pelepasan akan diseleksi secara ketat terlebih dahulu, sebelum opsi pelepasan kawasan hutan dipertimbangkan lebih lanjut.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa seluruh proses penyiapan lahan saat ini masih berada pada tahap awal. Pemerintah tengah melakukan konsolidasi menyeluruh bersama kementerian dan lembaga terkait, dengan menjadikan kepastian legalitas lahan sebagai syarat utama sebelum lahan tersebut digunakan.

Program pengembangan bioetanol ini diarahkan untuk mempercepat implementasi penggunaan bahan bakar nabati sebagai bagian dari agenda besar kemandirian energi nasional, dengan target penerapan bauran etanol sebesar 20 persen atau dikenal sebagai program E20.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan ketahanan pangan nasional tetap ditempatkan sebagai prioritas utama. Pengembangan lahan untuk komoditas bahan baku bioetanol akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu ketersediaan lahan yang diperuntukkan bagi produksi padi dan kebutuhan pangan masyarakat.

Menteri Andi Amran Sulaiman juga menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis guna mendukung dua agenda sekaligus: menjaga ketahanan pangan melalui produksi pangan yang berkelanjutan, sekaligus mengembangkan komoditas pertanian lain untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Dengan diundangnya Bupati Soppeng bersama 41 kepala daerah lainnya, Pemerintah Kabupaten Soppeng secara resmi menjadi bagian dari konsolidasi awal pemerintah pusat dalam menyiapkan basis produksi bahan baku program bioetanol di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran ini sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pertanian di Soppeng untuk selaras dengan kebijakan nasional yang berdampak langsung pada perekonomian daerah dan kesejahteraan petani.

Ksm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *