Silaturahmi Perdana Camat Ganra Terganjal, Empat Kades Serentak Tidak Hadir Tanpa Keterangan

Uncategorized783 Dilihat

SOPPENG, Wartasimpul.com — Suasana silaturahmi perdana yang dikemas dalam tradisi luhur Tudang Sipulung oleh Camat Ganra yang baru menjabat, Nurul Azmi, S.IP., M.M., justru menyisakan sorotan tajam dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat. Pasalnya, dari empat desa yang berada di wilayah Kecamatan Ganra, keempat Kepala Desa dilaporkan tidak hadir dalam forum yang digelar di Gedung Pertemuan Desa Ganra, Kamis (16/7/2026).

Padahal, acara yang mengusung nilai musyawarah khas budaya Bugis ini dirancang khusus sebagai ajang penguatan sinergi dan penyatuan langkah antara Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa pasca penugasan Nurul Azmi sebagai Camat Ganra. Surat undangan resmi pun telah dikirimkan jauh hari sebelumnya kepada seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Ganra.

Namun hingga acara berakhir, keempat Kepala Desa tersebut tidak terlihat kehadirannya sama sekali. Ketidakhadiran kolektif ini pun langsung menjadi sorotan dan buah bibir di kalangan peserta yang hadir, mulai dari unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Sekolah, hingga jajaran UPTD dan Puskesmas.

“Kami melihat hal ini sangat disayangkan. Apalagi ini merupakan pertemuan pertama Camat yang baru. Seharusnya ini menjadi momen penting untuk saling mengenal, bersilaturahmi, dan menyamakan langkah ke depan,” ujar salah satu warga yang hadir, yang enggan disebutkan namanya.

Ketidakhadiran para Kepala Desa tanpa konfirmasi maupun pemberitahuan yang jelas dinilai telah mengganggu esensi penyelenggaraan Tudang Sipulung yang sejatinya mengedepankan kebersamaan, keterbukaan, dan musyawarah. Forum yang seharusnya menjadi ruang dialog yang konstruktif justru diwarnai ketidakhadiran serentak dari jajaran pemerintahan desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun penjelasan dari keempat Kepala Desa terkait alasan ketidakhadiran mereka. Kondisi ini pun menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Apakah ini merupakan bentuk protes simbolis, adanya kendala teknis, atau sekadar kurangnya respons terhadap undangan resmi dari Pemerintah Kecamatan?

Di tengah situasi tersebut, Camat Ganra Nurul Azmi tetap menyampaikan sambutannya dengan tenang dan menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab. Ia menyatakan bahwa silaturahmi ini merupakan awal dari komunikasi terbuka yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berharap ke depan sinergi ini dapat terus berjalan dengan baik, karena program-program yang disusun oleh Pemerintah Kecamatan hanya akan dapat berjalan dan berhasil jika mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen, termasuk Pemerintah Desa,” tegas Nurul Azmi di hadapan para peserta yang hadir.

Kegiatan tersebut tetap berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Ketua TP PKK, perwakilan BPD, Kepala UPTD Dikbud, Kepala Puskesmas Ganra, Kapolsek, Babinsa, serta para Kepala Sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Meski demikian, absennya keempat Kepala Desa menjadi catatan merah tersendiri di awal masa kepemimpinan Camat Nurul Azmi.

Masyarakat Kecamatan Ganra pun berharap agar hubungan kerja sama antara Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa tetap terjalin harmonis. Tradisi Tudang Sipulung bukan sekadar seremonial belaka, melainkan cermin budaya musyawarah yang harus terus dijaga. Ketidakhadiran kolektif ini diharapkan tidak terulang di masa mendatang dan segera dicarikan solusi demi terjalinnya komunikasi yang baik antar kedua belah pihak.

Ksm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *