BUPATI SOPPENG KUNJUNGI KEDIAMAN PANRE HEMMA, TEGASKAN KOMITMEN LESTARIKAN WARISAN LONTARA

Uncategorized303 Dilihat

SOPPENG, Wartasimpul.com – Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah kembali ditunjukkan secara nyata. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, melakukan kunjungan khusus ke kediaman tokoh masyarakat Panre Hemma di wilayah Cangadi, Kecamatan Liliriaja, pada Senin (29/6/2026).

Panre Hemma dikenal luas sebagai salah satu pelestari budaya yang selama puluhan tahun dengan penuh kesetiaan merawat koleksi naskah kuno Bugis atau yang dikenal sebagai Lontara, yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya.

Kunjungan istimewa ini difasilitasi langsung oleh Budayawan Sulawesi Selatan, Abdi Mahesa, SS., M.Hum. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng berkesempatan melihat secara langsung dan mengamati koleksi naskah asli yang masih tersimpan rapi dan terpelihara dengan sangat baik. Koleksi tersebut terdiri dari naskah yang ditulis secara tradisional di atas daun lontar, serta naskah yang telah beralih menggunakan media kertas. Seluruh kekayaan tulisan ini telah diwariskan selama tujuh generasi berturut-turut, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya masyarakat Bugis di Kabupaten Soppeng.

Budayawan Sulawesi Selatan, Abdi Mahesa, menjelaskan bahwa keberadaan naskah kuno milik Panre Hemma menjadi bukti yang sangat kuat dan nyata bahwa masyarakat di wilayah Soppeng dan sekitarnya telah memiliki tradisi literasi, wawasan pengetahuan, serta peradaban kebudayaan yang sangat maju sejak masa-masa silam.

“Koleksi milik Panre Hemma saat ini berjumlah 17 naskah, yang memuat berbagai kisah sejarah, karya sastra, hukum adat, hingga pengetahuan kehidupan masyarakat Bugis pada zamannya,” jelas Abdi Mahesa.

Ia menegaskan bahwa naskah Lontara bukan sekadar benda kuno atau barang antik semata, melainkan sumber ilmu pengetahuan yang memiliki nilai sangat tinggi bagi kebutuhan penelitian, pengembangan ilmu, serta pelestarian kebudayaan nasional. Oleh karena itu, pelestariannya memerlukan perhatian yang serius dan berkelanjutan, baik dari aspek tata cara penyimpanan, jaminan keamanan fisik naskah, maupun perawatan rutin agar kondisi tetap terjaga dan dapat diwariskan dengan utuh kepada generasi-generasi mendatang.

Abdi Mahesa juga menyampaikan apresiasinya yang tinggi atas langkah Bupati Soppeng yang berkenan berkunjung langsung ke lokasi. Menurutnya, hal ini merupakan bukti nyata kepedulian dan perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap nasib warisan budaya yang masih tersimpan di tengah masyarakat. Langkah ini sekaligus semakin memperkuat posisi Kabupaten Soppeng sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki kekayaan naskah kuno Bugis yang patut dibanggakan, dijaga bersama, dan dipromosikan ke khalayak yang lebih luas.

Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam kepada keluarga besar Panre Hemma yang telah bertekun, menjaga, dan merawat naskah-naskah berharga ini selama bertahun-tahun dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai koleksi tersebut merupakan aset budaya yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, sekaligus menjadi cerminan jati diri dan identitas sejati masyarakat Soppeng.

“Kita berkomitmen penuh untuk mendukung berbagai upaya pelestarian budaya, termasuk menjaga keberadaan naskah-naskah kuno yang masih tersimpan di tengah masyarakat seperti ini. Warisan budaya seperti Lontara harus terus kita telusuri, kita pelajari, dan kita perkenalkan kepada generasi muda, agar nilai-nilai sejarah, kearifan lokal, serta jati diri masyarakat Bugis tetap terpelihara dengan baik di tengah derasnya arus perkembangan zaman,” tegas Bupati.

Pemerintah daerah berharap, sinergi antara pemerintah, keluarga pelestari, tokoh budaya, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin, sehingga warisan luhur ini tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, melainkan menjadi sumber inspirasi dan kemajuan bagi Kabupaten Soppeng di masa depan.

ksm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *