SOPPENG, Wartasimpul.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia organisasi kewartawanan di Kabupaten Soppeng. Sahar, sosok yang dikenal aktif di berbagai kegiatan sosial dan organisasi, resmi menyatakan mundur dari jajaran kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng.
Keputusan bersejarah dan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Sahar pada Sabtu, 16 Mei 2026. Menunjukkan keseriusan atas langkah yang diambilnya, Sahar mengaku telah keluar dari grup komunikasi internal PWI Soppeng, dan berencana segera melayangkan surat pengunduran diri secara resmi dalam waktu dekat.
“Iya, saya akan keluar dari pengurus PWI. Mulai hari ini saya sudah keluar dari grup PWI Soppeng. Selanjutnya, nanti saya akan buat surat pengunduran diri secara resmi,” ungkap Sahar kepada awak media.
Langkah tegas yang diambil Sahar ini sontak memicu perhatian berbagai kalangan di Kabupaten Soppeng. Pasalnya, selama ini nama Sahar dikenal cukup aktif, dan ia memiliki kedekatan yang baik dengan sejumlah insan pers di wilayah tersebut.
Di balik keputusan yang tak terduga itu, Sahar mengungkapkan alasan yang cukup sensitif dan menjadi akar persoalan. Ia mengaku merasa tidak lagi sejalan dengan pola pikir serta arah kebijakan organisasi, terutama setelah dirinya menerima mandat amanah sebagai Ketua Laskar Merah Putih (LMP).
“Saya cinta PWI, namun kayaknya saya sudah tidak sejalan lagi dalam hal pemikiran. Saya diduga telah melanggar aturan organisasi PWI setelah saya diberikan mandat menjadi Ketua Laskar Merah Putih,” jelas Sahar, mengungkapkan alasan utamanya.
Pernyataan tersebut pun langsung memunculkan berbagai spekulasi dan pembahasan di tengah publik. Banyak pihak mempertanyakan isi aturan internal organisasi yang dimaksud, serta bagaimana kaitan jabatan yang diemban Sahar di Laskar Merah Putih berdampak pada posisinya di PWI.
Meski demikian, Sahar menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur sama sekali bukan didasari rasa benci atau kekecewaan mendalam terhadap organisasi wartawan tersebut. Ia justru mengaku masih menyimpan rasa hormat dan kecintaan yang besar terhadap PWI.
Menurutnya, langkah pengunduran diri ini dipilih sebagai jalan terbaik agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan maupun perpecahan di internal organisasi, serta demi menjaga nama baik PWI Soppeng ke depannya.
“Saya tetap menghargai dan mencintai PWI. Tapi mungkin ini adalah jalan terbaik yang harus saya ambil saat ini,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi maupun keterangan lebih lanjut dari pihak pengurus PWI Soppeng terkait pengunduran diri Sahar maupun dugaan pelanggaran aturan organisasi yang dimaksud.
Keputusan Sahar untuk mundur dari kepengurusan PWI Soppeng ini diprediksi masih akan menjadi perbincangan hangat dan terus disoroti oleh masyarakat serta insan pers lokal dalam beberapa hari ke depan.
red








