Pemkab Soppeng Bersama Kementan Luncurkan Pertanian Modern, Tanam Perdana Padi di Apanang Jadi Tonggak Transformasi

Uncategorized629 Dilihat

WATANSOPPENG, Wartasimpul.com – Pemerintah Kabupaten Soppeng bekerja sama dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus memperkuat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih maju, efisien, dan berteknologi tinggi. Langkah nyata tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Tanam Padi Perdana Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) yang digelar di Kelurahan Apanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan, dan menjadi penanda resmi dimulainya penerapan sistem pertanian berbasis teknologi dan mekanisasi secara luas di wilayah Soppeng. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, jajaran pejabat Kementerian Pertanian, perwakilan Dinas Pertanian Sulawesi Selatan, serta para kelompok tani dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menegaskan bahwa program PM-AAS bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan langkah strategis dan awal yang sangat penting untuk membawa pertanian Soppeng masuk ke era baru yang lebih modern, maju, dan berdaya saing.

“Program ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap nasib para petani kita. Ini bukan sekadar seremonial penanaman padi, melainkan tonggak awal transformasi besar-besaran di sektor pertanian kita, menuju sistem yang lebih maju, efisien, dan menguntungkan petani,” ujar Suwardi di lokasi kegiatan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini para petani dihadapkan pada berbagai tantangan berat yang mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan mereka. Mulai dari perubahan iklim dan cuaca yang semakin sulit diprediksi, kenaikan harga sarana produksi seperti pupuk dan benih, keterbatasan tenaga kerja muda yang mulai beralih profesi, hingga fluktuasi harga hasil panen yang sering kali merugikan petani. Karena itulah, kata dia, pemerintah menghadirkan solusi konkret melalui penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian dalam program PM-AAS ini.

“Kita tidak bisa lagi bertani dengan cara-cara lama jika ingin hasilnya maksimal. Melalui sistem PM-AAS ini, kita perkenalkan teknologi tepat guna, pengolahan lahan yang efisien, penggunaan benih unggul, hingga mekanisasi pertanian yang mampu memangkas waktu, tenaga, dan biaya produksi. Ini jawaban kita atas segala tantangan yang dihadapi petani selama ini,” tegasnya.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan, dalam laporannya, menyampaikan bahwa penerapan sistem ini bertujuan meningkatkan indeks pertanaman, menaikkan produktivitas lahan hingga di atas rata-rata nasional, serta menjamin kualitas hasil panen. Di Kelurahan Apanang, sistem ini akan diterapkan pada lahan seluas ratusan hektare sebagai kawasan percontohan, sebelum kemudian dikembangkan ke wilayah lain di Kabupaten Soppeng.

Melalui program ini, diharapkan Soppeng semakin kokoh posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan, serta mampu menyejahterakan petani dengan pendapatan yang lebih tinggi dan kepastian usaha pertanian yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen mendampingi penuh pelaksanaan program ini agar berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *