Bupati Soppeng Hadiri Rakor Pengelolaan Sampah dan KIE, Teken MOU Menuju Target Nasional 2029

Uncategorized563 Dilihat

MAKASSAR, Wartasimpul.com – Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah dan Strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, serta dihadiri oleh Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto, dan diikuti oleh 24 kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan .

Dalam kegiatan tersebut, Suwardi Haseng turut melakukan penandatanganan komitmen bersama pengelolaan sampah dan strategi KIE. Langkah ini menjadi bukti konkret keseriusan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya, serta menyelaraskan upaya dengan kebijakan nasional dan provinsi .

Deputi KLH, Ary Sudijanto, dalam arahannya menegaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan penyelesaian persoalan sampah secara nasional pada tahun 2029, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 .

“Pada RPJMN 2025-2029, kita bersama-sama sudah mencanangkan bahwa di akhir periode tersebut yaitu tahun 2029, permasalahan persampahan selesai,” ujar Ary .

Ia juga menjelaskan upaya yang akan didorong, antara lain penghentian praktik open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta penguatan pengelolaan sampah dari hulu melalui pemilahan di tingkat sumber atau rumah tangga . Selain itu, pemerintah pusat mencanangkan Gerakan Indonesia ASRI sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengatasi persoalan sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan .

Sementara itu, Sekda Sulsel Jufri Rahman menekankan bahwa persoalan sampah merupakan isu strategis yang membutuhkan penanganan komprehensif, lintas sektor, dan berkelanjutan, seiring pertumbuhan penduduk yang berdampak pada peningkatan timbulan sampah .

“Penguatan dari hulu sangat penting. Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah sampah, maka beban di hilir akan jauh berkurang,” tambahnya .

Jufri juga menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga mendorong penguatan tata kelola melalui penghargaan bagi daerah berpredikat bersih tingkat nasional serta penerbitan Surat Edaran Gubernur tentang Aksi Bersih untuk mendukung Gerakan Indonesia Asri. Ke depan, juga direncanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di beberapa wilayah, termasuk Soppeng .

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng Suwardi Haseng menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat dan provinsi. Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah, mulai dari tingkat rumah tangga hingga pengolahan akhir.

“Kami berkomitmen untuk melaksanakan langkah-langkah strategis ini dengan sungguh-sungguh. Kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Suwardi.

Rakor ini diharapkan mampu memperkuat langkah strategis Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam penanganan sampah, sekaligus berkontribusi dalam pencapaian target nasional menuju Indonesia yang lebih bersih dan ramah lingkungan pada tahun 2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *