SOPPENG, Wartasimpul.com – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Soppeng mengikuti kegiatan Video Conference (Vicon) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dalam rangka mengantisipasi dampak fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki “Godzilla”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, pukul 15.00 WITA hingga selesai, bertempat di Ruang Pusdalsis Stamaops Mabes Polri dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda serta Polres di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolda Sulawesi Selatan Nomor: STR/216/IV/OPS.2./2026 tanggal 13 April 2026 yang ditujukan kepada seluruh Kapolres dan jajaran di wilayah Sulsel. Dalam arahannya, Kapolri bersama Wakapolri serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang berpotensi memicu bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., hadir langsung bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Soppeng. Turut hadir pula perwakilan instansi terkait di wilayah, antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, BPBD Kabupaten Soppeng, serta BMKG setempat.
Dalam keterangannya, AKBP Aditya Pradana menyampaikan komitmen penuh jajaran Polres Soppeng untuk melaksanakan setiap arahan yang diberikan. “Kami siap melaksanakan setiap langkah antisipasi yang diarahkan pimpinan guna menghadapi dampak El Nino ‘Godzilla’. Sinergitas dengan instansi terkait akan terus kami tingkatkan untuk meminimalisir potensi bencana, khususnya karhutla di Kabupaten Soppeng,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa kehadiran langsung para pimpinan dalam kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan dalam menghadapi situasi yang berpotensi berkembang. “Kegiatan ini sangat penting sehingga kami hadir langsung dan tidak diwakilkan. Kami juga memastikan seluruh jajaran siap siaga dan melakukan langkah-langkah preventif di lapangan,” tambahnya.
Fenomena El Nino “Godzilla” sendiri merupakan sebutan populer untuk menggambarkan El Nino dengan intensitas sangat kuat, yang ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut yang signifikan dan berlangsung lama. Di Indonesia, fenomena ini berpotensi menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dan kering, serta meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga gangguan terhadap ketahanan pangan.
Dengan adanya kegiatan Vicon ini, diharapkan seluruh jajaran kepolisian bersama stakeholder terkait dapat meningkatkan koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak El Nino yang diprediksi cukup ekstrem, sehingga potensi bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.














