Makassar, Wartasimpul.com – Sejalan dengan peranannya sebagai aktor utama dalam penguatan ekosistem ekonomi regional di ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026, Kabupaten Soppeng mengidentifikasi empat sektor ekonomi utama yang menjadi fokus pengembangan. Langkah ini bertujuan untuk menarik investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Berikut rincian potensi masing-masing sektor fokus:
Pertanian: Pondasi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Sektor pertanian menjadi prioritas utama, dengan fokus pada komoditas jagung dan pengembangan lahan untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Kabupaten Soppeng memiliki lahan baku sawah seluas 27.417,10 hektar dan telah berupaya mencapai target 69.534 hektar pada tahun 2025 melalui optimalisasi lahan rawa dan non-rawa, serta pendistribusian sarana produksi pertanian dan alat mesin modern. Selain itu, sektor tembakau menjadi unggulan dengan adanya Sentra Hasil Industri Tembakau yang berdiri sejak 2018. Sentra tersebut mengelola 21 perusahaan rokok lokal dan telah menjadi model bagi daerah lain, seperti Kabupaten Bone yang pernah melakukan studi tiru ke Soppeng.
Peternakan: Pengembangan Unggulan Kambing dan Sapi Perah
Pemerintah Kabupaten Soppeng melihat potensi besar dalam pengembangan peternakan, khususnya pada komoditas kambing dan sapi perah. Topografi daerah serta ketersediaan hijauan pakan yang mendukung membuat Soppeng cocok untuk mengembangkan usaha ini. Pemerintah telah melakukan kunjungan studi ke sentra peternakan di Bogor dan Pasuruan untuk mengadopsi metode terbaik. Target utama adalah memberikan akses protein hewani berupa susu kepada masyarakat serta membuka peluang bisnis yang prospektif bagi pelaku usaha lokal.
Pariwisata: Pengembangan Destinasi Terintegrasi dan Berbasis Budaya
Kabupaten Soppeng menyimpan beragam potensi wisata yang belum banyak terjamah, mulai dari destinasi alam seperti Air Terjun Liu Pangie, Lembah Cinta Matta Bulu, dan Desa Wisata Lompulle, hingga lokasi sejarah dan budaya seperti Kompleks Makam Jera Lom Poe dan Rumah Adat Sao Mario. Pemerintah mendorong pengembangan wisata terintegrasi, termasuk potensi astro wisata dan acara budaya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan serta memperkuat perekonomian lokal melalui sektor kuliner, kerajinan tangan, dan pariwisata kreatif.
Industri: Hilirisasi Produk Lokal dan Sinergi BUMD
Pengembangan industri berfokus pada hilirisasi hasil produk pertanian dan peternakan lokal, serta pengelolaan usaha melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). PT. Lamata Esso Matt Appa sebagai BUMD Kabupaten Soppeng berperan penting dalam mengintegrasikan fungsi bisnis dengan pembinaan pemerintah, baik di sektor perkebunan maupun pengolahan hasil produk lokal. Tujuan utama adalah meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Soppeng di pasar regional.
Dengan fokus pada keempat sektor ini, Kabupaten Soppeng berharap dapat menarik lebih banyak investasi serta memperluas jejaring kerja sama antardaerah, guna membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Ks














