SOPPENG, Wartasimpul.com — Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng secara resmi meluncurkan program Outbound Manasik Haji dan Manasik Kesehatan bagi calon jemaah haji Kabupaten Soppeng estimasi musim haji 1448 H/2027 M, pada Kamis (10/9/2026).
Mengusung tema “Hajj Health Adventure, Petualangan Sehat Menuju Baitullah”, program ini menjadi terobosan baru dalam persiapan calon jemaah haji dengan memadukan pembekalan materi manasik sekaligus simulasi aktivitas fisik dan edukasi kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam jantung sehat dan senam lansia yang digelar di Taman Gapis Watansoppeng. Ratusan calon jemaah haji bersama tim pengelola kesehatan haji tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pembukaan.
Dalam sambutannya, Bupati H. Suwardi Haseng menyampaikan bahwa menjadi tamu Allah SWT merupakan kehormatan besar yang tidak setiap orang berkesempatan meraih. Oleh karena itu, setiap calon jemaah membutuhkan kesiapan fisik, kesiapan mental, serta pemahaman yang matang mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji.
Menurut Bupati, program outbound manasik dan manasik kesehatan ini sengaja dirancang untuk menggabungkan pemahaman ibadah dengan pembinaan kesehatan dan kebugaran tubuh.
“Para calon jemaah diharapkan tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan dalam pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga memiliki kesiapan fisik yang baik untuk menjalankannya,” ujar Suwardi.
Ia meminta seluruh calon jemaah memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin guna meningkatkan kemampuan dan kesiapan diri. Pembimbingan manasik, tegasnya, tidak boleh dipandang sekadar kegiatan formalitas. Calon jemaah diharapkan mengikuti setiap materi, latihan, dan simulasi dengan sungguh-sungguh.
Persiapan kesehatan pun harus dibangun sejak dini melalui pola hidup teratur, istirahat cukup, dan aktivitas fisik yang teratur. “Tidak perlu menunggu menjelang keberangkatan untuk mulai mempersiapkan diri,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan. Kegiatan yang baru saja diluncurkan ini tidak boleh berhenti hanya pada seremoni peluncuran. Pembinaan dan pendampingan calon jemaah harus dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan terus dipantau hingga tiba waktu keberangkatan serta pelaksanaan ibadah haji.
Pemerintah Kabupaten Soppeng, lanjut Suwardi, akan terus mendorong sinergi yang erat antara pemerintah daerah, Kantor Kementerian Haji dan Umrah, instansi kesehatan, para pembimbing manasik, serta seluruh pihak terkait dalam memberikan pelayanan terbaik bagi calon jemaah.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan para calon jemaah mendapatkan pembinaan dan pelayanan yang baik, sehingga dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman, lancar, sehat, dan memperoleh predikat haji mabrur,” ujarnya.
Selain kesiapan fisik dan pemahaman ibadah, Suwardi juga mengingatkan pentingnya membangun kebersamaan, kekompakan, dan kedisiplinan antar sesama calon jemaah sejak masa persiapan hingga nanti berada di Tanah Suci. Jemaah diharapkan saling membantu, saling mengingatkan, dan menjaga kerukunan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng Dr. H. Musriadi, S.Ag., M.HI. dalam laporannya menjelaskan bahwa program ini lahir dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, RSUD La Temmamala, hingga seluruh Puskesmas di Kabupaten Soppeng.
Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan kondisi fisik yang akan dihadapi jemaah selama berada di Tanah Suci, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus. Konsep kegiatan memadukan materi fikih manasik dengan aktivitas fisik dan edukasi kesehatan secara interaktif, sehingga diharapkan lebih mudah dipahami dan diikuti oleh seluruh kalangan, termasuk kelompok lansia.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Soppeng secara resmi menyatakan peluncuran program Outbound Manasik Haji dan Manasik Kesehatan bagi calon jemaah haji Kabupaten Soppeng Estimasi Tahun 1448 H/2027 M telah dimulai. Program ini menjadi langkah awal persiapan menyeluruh bagi para calon jemaah Soppeng, dengan penekanan utama pada kesiapan beribadah sekaligus kemampuan menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Ksm








